Home Makanan Nusantara Hati-Hati Garam Himalaya Ternyata Juga Berbahaya Loh!

Hati-Hati Garam Himalaya Ternyata Juga Berbahaya Loh!

by Erin Nuzulia

Belakangan ini beredar banyak informasi dan konsumsi garam Himalaya. Banyak sumber yang mengatakan bahwa garam meja yang saat ini banyak kita konsumsi, sebenarnya bukan berasal dari garam laut yang diolah secara alami, melainkan merupakan garam hasil dari olahan pabrik. Oleh karena itu, munculnya produk garam yang diklaim lebih alami, termasuk garam Himalaya atau yang dikenal dengan Himalayan pink salt mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia.

Ada beberapa literatur yang menyebutkan bahwa garam Himalaya atau Himalayan pink salt dianggap  lebih sehat dibandingkan dengan garam meja biasa lantaran dianggap tidak mengandung zat pengawet atau zat kimia tambahan lain yang berpotensi bahaya bagi tubuh. Adapun Dietary Guidelines for Americans tahun 2015 telah memberikan rekomendasi mengenai jumlah konsumsi garam harian maksimal 2.300 mg atau 1 sendok teh saja. Oleh karena itu, konsumsi garam apa pun (termasuk garam Himalaya) secara berlebihan tentu tidak disarankan. Hal ini mampu menyebabkan berbagai risiko kesehatan, seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung koroner, osteoporosis, penyakit ginjal, gangguan fungsi hati, dan sebagainya.

Garam Himalaya adalah garam yang berwarna merah muda pudar yang bersumber dari pegunungan Himalaya di Pakistan. Adapun warna merah muda ini muncul karena kandungan zat besi oksida yang ada di dalam garam jenis ini. Secara kandungan nutrisi, kandungan garam Himalaya juga nyatanya sangat mirip dengan garam meja yang biasa dikonsumsi kita sehari-hari.

Di Indonesia, banyak orang yang menganggap jika mengonsumsi garam yang lebih alami akan lebih sehat karena mineral yang dimiliki dalam kandungannya tidak hilang dalam proses penyulingan. Sayangnya, kandungan mineral yang dimiliki garam Himalaya tidak sebanyak yang dibayangkan sehingga dianggap mampu memberikan manfaat tertentu bagi tubuh.

Baca Juga:  Perbedaan Rendang Indonesia dan Malaysia

Klaim memiliki banyak manfaat ini justru membuat orang-orang tersugesti untuk mengonsumsi garam Himalaya secara berlebihan karena dianggap aman dan memiliki manfaat. Padahal ada bahaya konsumsi garam Himalaya yang wajib diwaspadai loh!

Hati-Hati Garam Himalaya Ternyata Juga Berbahaya Loh!

  1. Kekurangan yodium

Garam yang ada di pasaran memang sudah melalui berbagai proses pengolahan berulang kali. Meski begitu, garam tersebut sudah ditambahkan yodium yang penting bagi kebutuhan nutrisi harian tubuh. Sedangkan garam Himalaya tidak mengandung yodium sebanyak garam dapur atau garam meja pada umumnya. Yodium adalah zat penting yang wajib ada dalam tubuh kita gar mampu menjaga kesehatan kelenjar tiroid dan metabolisme sel. Jika kekurangan zat ini, kita berisiko terkena penyakit seperti gondok atau pembesaran kelenjar tiroid di leher.

  1. Meningkatkan risiko obesitas

Siapa bilang hanya gula yang mampu memicu obesitas? Ternyata garam juga memiliki efek yang sama dengan gula, mampu memicu obesitas. Peningkatan jumlah asupan garam setiap harinya sebanyak 1 gram dari yang seharusnya, mampu meningkatkan risiko obesitas hingga 25% baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

  1. Memicu penyakit lainnya

Tidak hanya garam Himalaya, garam biasa jika dikonsumsi secara berlebihan juga dapat memicu kerusakan hati dan pengapuran tulang atau osteoporosis. Konsumsi garam yang berlebihan juga mampu meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya seperti autoimun, lupus, hingga sclerosis.

  1. Memperberat kinerja ginjal dan jantung

Konsumsi natrium yang tinggi secara berlebihan, ginjal akan berusaha mengeluarkannya melalui urine. Oleh karena itu, konsumsi garam Himalaya secara berlebihan akan membuat ginjal bekerja lebih berat dari biasanya. Saat ginjal sudah tak mampu menyingkirkan natrium yang berlebihan pada tubuh, sisanya akan menumpuk di cairan tubuh sehingga membuat volume air dan darah di tubuh akan meningkat dan menyebabkan jantung dan pembuluh darah bekerja lebih keras say memompanya.

Baca Juga:  Inilah Makanan Daerah Sunda Yang Terkenal Karena Kelezatannya

Artikel Lainnya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More