4 Fakta Keunikan Ketupat yang Dapat Menambah Wawasan Anda

4 Fakta Keunikan Ketupat yang Dapat Menambah Wawasan Anda

Posted by

Ketupat merupakan makanan khas saat hari raya lebaran tiba. Sebenarnya, makanan ini mirip dengan lontong yang terbuat dari beras yang direbus. Perbedaannya, terletak pada pembungkusnya dimana Lontong dibungkus menggunakan daun pisang. Meskipun hampir seluruh orang Indonesia menyajikannya, banyak dari mereka yang belum tahu makna dari makanan yang dibungkus dengan janur atau daun muda pohon kelapa ini. Padahal, dibalik kenikmatan rasanya, tersimpan fakta-fakta unik yang dapat menambah wawasan Anda. Penasaran? Berikut informasinya.

4 Fakta Keunikan Ketupat yang Dapat Menambah Wawasan Anda

Diperkenalkan Sunan Kalijaga

Sejarah menyebutkan bahwa yang pertama kali memperkenalkan ketupat adalah Sunan Kalijaga.  Sunan Kalijaga mulai membudayakan penyajian makanan ini pada masyarakat tanah Jawa dengan dibentuknya dua bakda. Bakda sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti setelah. Dua Bakda yang dimaksud adalah Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda lebaran berarti waktu-waktu seminggu setelah lebaran. Pada waktu tersebut, orang-orang jawa akan membuat ketupat yang kemudian dimasak. Setelah makanan ini jadi, barulah dibagikan kepada tetangga dan kerabat. Tradisi seperti itu pun bertahan sampai saat ini.

Menjadi Simbol dari Kesucian Hati

Banyak ahli memaknai ketupat sebagai simbol dari kesucian hati. Hal tersebut dikarenakan isinya yang berwarna putih. Isian tersebut dari beras yang memang berwarna putih. Di samping itu, pembungkusnya diartikan sebagai lambang dari berbagai macam kesalahan yang telah diperbuat oleh manusia. Dilambangkan seperti itu berdasarkan kerumitan anyaman ketupatnya. Menganyam bentuknya dari janur atau daun muda pohon kelapa memang sulit dan membutuhkan ketelatenan.

Sebuah Kesempurnaan

Para ahli mempercayai Ketupat sebagai simbolisasi dari berakhirnya bulan puasa sekaligus memasuki hari kemenangan pada hari Lebaran tepatnya tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Hal tersebut menjadi tanda bahwa individu telah berhasil melewati puasa selama sebulan penuh sehingga kehidupannya telah sempurna. Maka dari itu, tradisi membuat dan membagi–bagikannya kepada kerabat juga disebut sebagai penanda bahwa keislaman seseorang telah sempurna. Tradisi seperti  itu masih tetap dipercaya dan dilaksanakan hingga saat ini ketika Lebaran tiba.

Sebagai Penolak Bala

Beberapa kalangan masyarakat mempercayai ketupat sebagai sebuah jimat. Kepercayaan tersebut diwujudkan dengan menggantungnya di atas pintu rumah mereka. Mereka percaya bahwa makanan ini dapat dijadikan sebagai penolak bala bagi rumahnya. Di samping itu, ada kalangan masyarakat yang hanya membuatnya saat hari lebaran tiba, dan tidak menghendakinya pada hari-hari biasa lainnya. Ada pula masyarakat Jawa yang memegang tradisi membuat makanan khas ini hanya tepat pada tujuh hari setelah Lebaran. Tradisi ini biasa disebut dengan kupatan.

Baca juga Kuliner Daging Sapi dengan Cita Rasa Khas Indonesia

Sementara itu, ketupat dapat bertahan dalam beberapa hari dan dapat pula disimpan dilemari es selama satu minggu. Bila ingin menyantapnya dalam keadaan hangat dapat dikukus terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *