Aneka Bahan Pengawet Alami

Posted by

Saat ini, sebagian produsen makanan berskala besar lebih memilih menggunakan bahan kimia untuk mengawetkan produknya. Beberapa faktor yang menjadi alasan para produsen makanan menggunakan bahan pengawet kimia karena makanan yang menggunakan bahan kimia memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan makanan yang menggunakan bahan pengawet alami serta harga dari pengawet kimia lebih murah dan praktis bila digunakan dalam produksi makanan berskala besar.

Padahal jika ditinjau dari sudut pandang kesehatan, menggunakan bahan pengawet berbahan dasar kimia jelas bukanlah pilihan yang bijak. Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat kimia dalam jangka panjang memicu terserangnya penyakit kanker karena bahan kimia tidaklah baik untuk kesehatan.

Banyak alternatif mengawetkan makanan dengan cara yang lebih sehat. Salah satunya menggunakan bahan pengawet alami. Berikut aneka bahan pengawet alami yang sangat aman bagi kesehatan.

  • Garam

Penggunaan garam untuk mengawetkan makanan merupakan metode pengawetan tertua di dunia. Produk yang digunakan garam sebagai pengawet pada umumnya memiliki kondisi yang baik dan tahan selama beberapa tahun. Garam mampu menyerap air dan mencegah mikroorganisme tumbuh dan berkembang dalam makanan. Selain itu garam juga mampu membunuh bakteri yang menyebabkan makanan cepat basi serta menjaga makanan tetap kering sehingga mencegah tumbuhnya ragi dan jamur.

  • Cengkeh

Bangsa China dan India sejak dahulu telah menggunakan cengkeh untuk mencegah tumbuhnya jamur serta bakteri pada makanan. Karena cengkeh juga banyak tumbuh di Indonesia, selain digunakan untuk rempah – rempah, tidak ada salahnya Anda coba menggunakan cengkeh ini sebagai bahan pengawet alami sebagaimana yang dilakukan oleh bangsa China dan India.

  • Bawang putih

Bahan selanjutnya yang dapat digunakan untuk alternatif bahan pengawet kimia adalah Bawang putih diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Kandungan allicin-nya juga sangat efektif membunuh gram positif dan gram negatif. Selain itu, bawang putih bersifat antimikroba E.coli, aerobacter aeroganes, sigella sonnei, dan staphylococcus sureus. Bawang putih juga bermanfaat untuk mengurangi jumlah bakteri aerob, kaliform dan mikroorganisme lainya sehingga bahan makanan yang ditambahkan bawang putih akan menjadi tahan lama.

  • Air kelapa

Air kelapa yang diberi mikroba akan menjadi pengawet alami yang kita kenal sebagai asam sitrat (citric acid). Asam sitrat bisa Anda buat sendiri di rumah. Namun jika Anda tidak memiliki waktu senggang untuk membuat asam sitrat, Anda bisa membelinya di toko kimia terdekat.

  • Kayu Manis

Kayu manis merupakan bahan alami yang mengandung asam benzoate. Selain asam benzoate, kayu manis juga mengandung antioksidan yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan aroma kayu manis yang khas. Kayu manis dapat digunakan untuk mencegah pertumbuhan jamur.

Bahkan menurut penjelasan beberapa produsen makanan, penggunaan kayu manis sebagai bahan pengawet alami banyak kelebihanya dibanding penggunaan bahan pengawet kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *