Apa Saja Makanan Halal dan Haram Bagi Umat Muslim?

Posted by

Makanan adalah hal yang penting bagi manusia supaya bisa tetap bertahan hidup. Dengan mengkonsumsi makanan, nutrisi yang diperlukan tubuh akan terpenuhi, dan Anda pun bisa menjalankan aktivitas Anda dengan baik. Jenis makanan sendiri ada banyak, namun ini bukan berarti segala yang bisa dimakan itu baik bagi manusia. Dengan alasan inilah, Al-Qur’an telah menentukan mana makanan halal dan makanan haram.

Apakah makanan yang halal itu? Di dalam Surat Al Maidah 88, dikatakan bahwa Allah menyuruh umat muslim untuk makan makanan yang halal dan baik bagi tubuh (Halala Thoyyiban). Makanan yang halal tidak hanya dari segi makanan itu sendiri, tapi darimana makanan itu berasal. Jika makanan berasal dari hasil mencuri atau korupsi, maka haram lah makanan tersebut.

Dalam penggolongannya, makanan halal sendiri bisa dikategorikan sebagai berikut ini:

  • Makanan yang merupakan rezeki yang diberikan dari Allah yang merupakan makanan yang baik serta halal, seperti padi, sayuran, buah-buahan, jagung, kedelai, dll.)
  • Semua bahan makanan yang asalnya dari air (laut).
  • Semua binatang yang termasuk binatang ternak (ayam, sapi, itik, kerbau, unta, kambing, dll.), kecuali binatang babi dan anjing.
  • Binatang yang didapatkan dari hasil tangkapan binatang yang sudah dilatih untuk menjadi pemburu.
  • Semua jenis minuman yang berasal dari bahan yang halal (kopi, teh, jus buah, sirup).
  • Semua jenis madu.

    Baca Juga:Pentingnya Mengkonsumsi Makanan Halal

Dilihat dari penggolongannya, sebenarnya makanan yang halal tersebut mencakup banyak hal, malah nyaris semua bahan makanan yang bisa Anda dapatkan. Makanan yang haram terlihat banyak karena lebih spesifik. Contoh dari makanan yang diharamkan seperti:

  • Bangkai binatang, hewan yang matinya tanpa melalui proses penyembelihan syar’i. Termasuk di dalamnya hewan yang mati karena dicekik, dipukul, jatuh, ditanduk binatang lain, atau dimangsa binatang buas.
  • Makanan najis dan menjijikkan seperti kecoak, lalat, cacing, kutu, dll.
  • Darah yang mengalir, dalam Surat Al-Maidah 3 dan Al-An’am 146, haram untuk mengkonsumsi darah yang masih mengalir. Kecuali darah sisa menyembelih, hati, dan limpa.
  • Daging babi, seluruh tubuh babi haram untuk dikonsumsi, dari daging, lemak, sampai semua bagian tubuh.
  • Hewan yang disembelih tanpa disertai penyebutan nama Allah.
  • Makanan yang membuat mabuk.
  • Makanan yang membahayakan bagi tubuh, seperti beracun atau makanan yang basi.

Itulah makanan-makanan halal dan juga makanan haram yang telah ditentukan di dalam Al-Qur’an. Dengan mengkonsumsi makanan yang halal, maka tubuh akan menjadi lebih sehat, pikiran menjadi lebih cerah, dan mencegah tubuh terkena penyakit. Sebaliknya, jika Anda tak menjaga diri dan memakan makanan yang haram, jangan heran jika kemudian Anda merasa tubuh Anda mudah sakit, kotor, dan badan tidak nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *