Bahan Pengawet Yang Berbahaya Bagi Tubuh

Posted by

Mengawetkan makanan adalah salah satu cara supaya manusia dapat menyimpan cadangan pangan untuk dimakan di hari berikutnya. Cara mengawetkan makanan pun beragam, dimulai dari pengeringan, pengalengan, pengasinan sampai penggunaan bahan pengawet instan.

Namun akhir akhir ini sedang gencar makanan yang diawetkan menggunakan zat – zat berbahaya. Alasan penggunaan zat berbahaya tersebut agar makanan yang diawetkan lebih tahan lama dibanding metode pengawetan alami. Padahal menggunakan zat berbahaya dalam mengawetkan makanan memiliki resiko besar jangka panjang.

Sebagai bentuk antisipasi, kita harus mengenal beberapa bahan pengawet berbahaya yang biasa digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Dan berikut bahan pengawet yang berbahaya bagi tubuh.

  • Boraks

Di Indonesia sendiri pernah ditemukan beberapa produsen bakso dan gula merah yang menggunakan bahan pengawet berbahaya ini. Fungsi sebenarnya dari boraks adalah sebagai bahan solder, bahan pembersih, antiseptik kayu, dan lain lain. Namun boraks bisa mengawetkan makanan karena mengandung zat antiseptik didalamnya.

Ciri – ciri makanan yang menggunakan bahan pengawet boraks adalah makanan tersebut terlihat putih pucat tidak wajar. Bila dimakan sedikit terasa sari-sari pahit.

  • Formalin

Formalin adalah zat yang penggunaanya diluar tubuh. Biasanya digunakan rumah sakit untuk mengawetkan sementara mayat yang belum dijemput pihak keluarga atau tidak diketahui identitasnya.

Jika formalin sampai masuk kedalam tubuh,gejala yang ditimbulkan biasanya adalah alergi, mata berair, mual, muntah. Jika tidak segera ditangani pihak medis maka kemungkinan akan merusak organ tubuh bagian dalam seperti ginjal, hati, pankreas, serta memicu terjadinya kanker.

  • RBGH atau RBST

Bahan pengawet berbahaya yang selanjutnya adalah RBGH atau RBST. Mungkin yang satu ini masih terdengar asing bagi kita. Recombinant Bovine Growth Hormone (rBGH) atau dikenal juga dengan nama Asrecombinant Bovine Somatotropin (rBST) adalah hormon sintetis yang diberikan pada sapi agar mereka bisa menghasilkan susu yang banyak.

Walau dampaknya tidak seinstan formalin dan boraks, tetap saja zat ini berbahaya bagi tubuh manusia. Mengkonsumsi zat ini dalam jangka panjang dapat memicu terjadinya kanker.

 

  • Kloramfenikol

 

Bahan pengawet berbahaya jenis Kloramfenikol sering digunakan di industri makanan udang segar. Menurut fungsinya, bahan pengawet ini digunakan agar udang tetap segar dan tahan lama, serta warnanya tidak pudar.

Sebenarnya penggunaan Kloramfenikol diperbolehkan asal sesuai standar yang telah ditentukan. Namun tetap saja jika penggunaan Kloramfenikol secara berlebihan dapat memicu rusaknya ginjal dan terserang penyakit kanker.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *