Kandungan Berbahaya Dalam Junk Food

Posted by

Makanan cepat saji memang memiliki cita rasa yang nikmat. Selain itu proses memasak yang relatif singkat menjadikan makanan cepat saji alternatif pilihan bagi orang yang super sibuk.

Namun dibalik kelebihan makanan cepat saji, tersimpan kekurangan yang sangat besar. Sudah bukan rahasia lagi jika makanan cepat saji merupakan junk food yang berbahaya bagi kesehatan. Dalam satu porsi makanan cepat saji tersimpan beberapa kandungan berbahaya yang dapat merusak tubuh bila dikonsumsi jangka panjang. Kandungan yang berbahaya dalam makanan cepat saji diantaranya,

Baca juga: Perbedaan Fast Food dan Junk Food

  • Lemak jenuh

Makanan cepat saji  banyak mengandung lemak jenuh. Hal inilah yang kemudian membuat harga junk food sangat murah. Pada saat dipanaskan, makanan cepat saji dapat bertahan pada temperatur tinggi. Lemak jenuh berbahaya karena dapat menjadi biang kegemukan dan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. Keadaan ini akan memicu beberapa penyakit lainnya, seperti kanker, penyakit jantung, dan stroke.

  • Tidak mengandung bahan makanan asli

Ada puluhan bahan kimia dalam setiap item makanan cepat saji, dari bahan pengawet hingga bahan penambah rasa, tekstur, dan warna. Meski berbentuk makanan, namun karena kandungan-kandungan tersebut membuat tidak satupun dari mereka adalah makanan, sehingga mereka tidak menambahkan manfaat gizi apapun bagi tubuh kita, bahkan dapat memicu timbulnya kanker.

  • Kalori berlebih

Junk food  kebanyakan merupakan makanan cepat saji yang di dalamnya mengandung karbohidrat, gula, lemak sehat, dan garam. Satu porsi makanan cepat saji mengandung sejumlah besar kalori, akan  tetapi nilai gizi di dalamnya hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji untuk menggantikan makanan bergizi dapat menyebabkan gizi buruk serta kesehatan yang buruk bagi tubuh.

  • Mengandung gula berlebih

Kandungan gula bersembunyi di hampir setiap jenis makanan cepat saji, bahkan yang gurih sekalipun. Makan terlalu banyak gula dapat menyebabkan diabetes dan obesitas, dan, lebih dari itu, jenis gula yang muncul paling sering di makanan cepat saji dan makanan olahan lainnya adalah fruktosa, yang dimetabolisme oleh hati langsung menjadi lemak, seperti alkohol.

  • Zat adiktif sintetis atau penguat cita rasa

Zat adiktif di dalam junk food sangat tinggi. Zat adiktif umum digunakan untuk mengawetkan dan mempertahankan warna, rasa, dan bentuk makanan.  Pada dasarnya zat adiktif sintetis ini adalah sejenis natrium atau sodium yang menjadi sumber utama garam dapur dan vetsin atau MSG. Unsur-unsur inilah yang menjadi penggugah selera junk food.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *