Makanan Daerah Papua Yang Terkenal

Posted by

Makanan daerah —- Saat kamu menginap di hotel-hotel di Papua Nugini, menu restoran cenderung menawarkan masakan Barat, Asia dan Eropa, namun perjalanan pengunjung tidak sampai di situ saja, menu daerah asli Papua jauh  lebih banyak. Pola makan tradisional Papua Nugini sebagian besar adalah vegetarian dengan populasi yang sangat bergantung pada akar talas, ubi jalar dan sagu (zat tepung yang diambil dari pohon sagu).

Buah-buahan juga dianggap sebagai makanan pokok dengan pisang, kelapa, jambul, nanas, semangka, pepaya dan mangga yang sering menyertai makanan. Babi dan ayam biasanya dimasak pada acara-acara khusus sementara mereka yang tinggal di pantai menikmati ikan, kepiting dan udang karang.

Makanan daerah & tradisional Papua Nugii di bawah ini didasarkan pada bahan asli yang telah dikumpulkan di hutan atau tumbuh di kebun rumah:

Makanan:

Panci ayam: ayam yang sudah direbus dengan campuran sayuran dan krim kelapa.

Mumu: Daging babi dipanggang dalam oven tanah tradisional dan disajikan dengan kentang manis, nasi dan sayuran.

Ikan Kokoda: Ikan yang sudah dimasak dengan saus jeruk nipis.

Kaukau: Kentang panggang.

Sagu: Zat yang dikumpulkan dari sagu adalah pati yang digunakan untuk membuat roti dan puding.

Dia: Sagu dan pisang yang dimasak dengan krim kelapa.

Minuman:

Alkohol tersedia di Papua Nugini dan biasanya mencakup bir dari Australia dan Filipina.

Apeda (Bubur Sagu):

Apeda atau bubur sagu, adalah sagu congee, makanan daerah  pokok penduduk asli di Maluku dan Papua.  Apeda biasa ditemukan di kawasan timur Indonesia, sebagai masakan pusat dan barat Indonesia yang menyukai nasi sebagai makanan pokok mereka.

Papeda terbuat dari tepung sagu. Orang-orang Maluku dan orang-orang Papua memperoleh pati dengan menebang batang pohon sagu, memotongnya menjadi dua bagian, dan menggores bagian dalam lembut dari koper, si empulur, menghasilkan tepung sangkar sagu mentah.

Tepung ini kemudian dicampur dengan air dan diperas untuk mengeluarkan pati dari tepung. Pati sagu yang masih lembab biasanya disimpan dalam wadah yang terbuat dari selebaran sagu, disebut tumang dimana ia akan bertahan selama beberapa bulan sebelum fermentasi spontan akan mengubahnya menjadi asam dan tidak cocok untuk membuat papeda. Bergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhannya, dibutuhkan pohon sagu lima sampai lima belas tahun untuk mengumpulkan cukup kanji di dalam kopernya untuk membuat penggalian itu bermanfaat.

Papeda dibuat dengan memasak pati sagu dengan air dan diaduk sampai membeku. Memiliki konsistensi seperti lem dan tekstur. Papeda biasanya dimakan dengan sup kuning yang terbuat dari ikan mackerel, tuna atau mubara yang dibumbui dengan kunyit dan kapur. Papeda kadang juga dikonsumsi dengan umbi bertepung rebus, seperti singkong atau ubi jalar. Sayur bunga pepaya (kuncup bunga pepaya) dan tumis kangkung (aduk air bayam) sering disajikan sebagai lauk sayur untuk menemani papeda. Pribumi pulau Seram di Maluku memasak papeda di bambu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *