Makanan halal dan baik

Posted by

Makanan adalah kenikmatan yang Tuhan berikan kepada manusia. Manusia diberikan berbagai sumber makanan melimpah nan nikmat. Tetapi alangkah baiknya, terutama bagi umat muslim, untuk memakan makanan halal dan juga baik. Apa sajakah syarat-syarat makanan halal dan baik? Berikut ulasannya.

Untuk mengetahui penjelasan tentang makanan halal dan baik dapat dilihat dari; penjelasan yang tertera di dalam Al-Qur’an (surat Al Baqarah:168 & 172, surat Al Maidah:3 & 88, surat Al Am’am:121, dan banyak lagi) dan hadist.

Makanan halal meliputi; hasil ladang seperti padi, ubi, jagung, kedelai, buah-buahan, sayur-sayuran, dan sebagainya, semua makanan laut atau berasal dari air, semua binatang ternak yang disembelih atas nama Allah dan hasilnya seperti telur, susu (kecuali anjing dan babi), binatang buruan hasil tangkapan binatang terdidik khusus untuk berburu, dan madu. Adapun bangkai adalah makanan yang diharamkan kecuali bangkai ikan dan belalang.

Selain itu, cara mendapatkan makanan tersebut juga termasuk syarat makanan halal. Makanan yang halal adalah makanan yang didapatkan dari hasil yang halal pula, bukan dari cara yang tidak sah atau tidak baik seperti mencuri, riba, menjual barang-barang haram, dan lainnya. Cara mengolahnya pun harus dengan baik dan halal seperti tidak menggunakan perkakas yang kotor atau terkena najis, atau perkakas bekas mengolah makanan haram yang tidak dicuci terlebih dahulu.

Baca juga: 6 Jenis Makanan Halal di Korea Selatan

Makanan yang baik bisa ditentukan dari hal-hal berikut;

  1. Manfaat baik yang didapatkan dari makanan tersebut seperti menyehatkan tubuh, bergizi tinggi dan sehat seimbang. Cara mengolah makanan dapat menentukan kandungan gizinya. Sebaiknya tidak memasak makanan terlalu matang karena akan mengurangi kandungan gizi terutama saat memsaka sayuran. Seimbang berarti kandungan makanan yang dibutuhkan tubuh harus masuk secara tepat dari karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Porsi dan pola makan harus pula tepat dan teratur. “Makanlah sebelumlapar dan berhentilah sebelum kenyang” dapat menjadi acuan untuk mengatur pola dan porsi makan.
  2. Tidak membahayakan kesehatan dan merusak tubuh, pikiran dan jiwa seperti yang mengandung alkohol, mengandung racun, dan makanan basi. Karena menjaga kesehatan lahir dan batin adalah keharusan makan benar adanya mengenai anjuran ini.
  3. Kebersihan makanan tersebut harus bebas dari kotoran, najis dan hal-hal menjijikkan. Karena makanan yang kotor akan mengandung kuman dan bakteri jahat yang tidak baik untuk tubuh Anda. Makanan menjijikkan juga tidak sepatutnya dikonsumsi karena lebih banyak efek tidak baiknya dibandingkan manfaatnya.

Makanan halal dan baik adalah bentuk kasih sayang Allah. Semua yang dianjurkan pasti memiliki manfaat untuk kebaikan diri sendiri. Dengan mengkonsumsi makanan halal dan baik, tubuh akan lebih sehat sehingga dalam menjalani hidup, mencari rejeki dan beribadah dapat lebih optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *