Makanan Lokal  Dari Tanah Betawi dan Sejarahnya

Posted by

Makanan lokal Betawi kaya, beragam dan eklekti. Sebagian karena orang-orang Betawi yang menciptakan makanan  tersebut juga mendapat pengaruh yang terdiri dari imigran regional yang datang dari berbagai tempat di Nusantara, serta Cina, India, Arab, dan pedagang Eropa, pengunjung dan imigran yang tertarik datang ke pelabuhan kota Batavia (sekarang Jakarta) sejak berabad-abad yang lalu.

Makanan lokal Betawi dikembangkan dan berkembang dengan pengaruh dari berbagai tradisi masakan yang dibawa oleh gelombang pendatang baru ke kota di pantai utara Jawa Barat. Dari pelabuhan kecil Sunda Kalapa, tumbuh menjadi pusat aktif perdagangan internasional, terutama yang melibatkan pedagang Indonesia, Cina, India dan Arab. Pada awal abad ke-16, adanya perdagangan rempah-rempah, Portugis adalah orang Eropa pertama yang tiba di sini, diikuti oleh Belanda di abad yang sama. Selama era VOC kolonial, masyarakat asing ditaruh di kantong-kantong pemerintahan kolonial Belanda, sebagai hasilnya konsentrasi kulinerpun tumbuh di daerah masing-masing tersebut, semisal Tanah Abang untuk masakan Arab, Glodok dan  daerah Kuningan untuk makanan Cina dan Tugu di Jakarta Utara untuk makanan ala Portugis.

Masakan Betawi sebenarnya mirip dengan masakan Peranakan, karena keduanya merupakan masakan hybrid sangat dipengaruhi oleh Cina dan Melayu, serta masakan Arab dan Eropa, masakan Sunda dan Jawa. Nasi uduk misalnya, yang merupakan nasi gurih yang dimasak dalam santan dan disajikan dengan beberapa lauk, mungkin versi lokal dari Melayu dalam hidangan nasi lemak. Misalkan di sisi lain seperti makanan asinan dan sayuran acar, rujak juhi, sayuran yang disajikan dengan irisan cumi kering dan saus kacang, menunjukkan pengaruh Cina. Karena warisan bersama ini, beberapa masakan Betawi, seperti asinan dan lontong cap go meh, dibagi dengan Indonesia Cina. Masakan Betawi juga berbagi beberapa resep dan hidangan dengan Sunda, kedua suku terbesar ini akrab dengan sayur asem, gado-gado (lotek) dan semur jengkol. Contoh lain adalah nasi kebuli dan soto betawi yang menggunakan minyak samin (ghee), yang menunjukkan pengaruh muslim Arab atau pengaruh India.

Baca juga: Resep Makanan Daerah Lontong Sayur Khas Betawi

Seorang ahli gastronomi menunjukkan bahwa beberapa hidangan Betawi bisa menggambarkan kondisi terakhir dari orang Betawi yang tinggal di Batavia. Misalnya, makanan lokal yang terkenal kerak telor diciptakan karena rendahnya kualitas beras ketan lokal, dengan telur dan topping lainnya ditambahkan untuk membuatnya lebih lezat dan memuaskan. Soto tangkar, yang saat ini merupakan sup daging, sebagian besar terbuat dari kaldu kambing tulang rusuk di masa lalu karena daging mahal, atau populasi umum Batavia terlalu miskin untuk membeli daging saat itu.

Saat ini, banyak hidangan Betawi yang otentik sulit untuk ditemukan bahkan di negeri asalnya. Hal ini sebagian karena sebagai kota kosmopolitan, Jakarta dilengkapi berbagai hidangan masakan internasional. Selain itu, masyarakat Betawi didorong keluar dari dalam kota ke pinggiran kota marjinal  dan sekitar Jakarta dalam gelombang pembangunan. Namun demikian, beberapa restoran Betawi berusaha untuk melestarikan masakan warisan makanan lokal mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *