Nasi Liwet, Kuliner Nusantara Bercita rasa Kebersamaan

Posted by

Apa yang anda pikirkan jika mendengar kata nasi liwet ?  Sebenarnya tidak yang istimewa dari nasi liwet jika dilihat dari kacamata ilmu tata boga. Cuma nasi dikombinasikan dengan sambal terasi,ikan asin,lalapan khas liwet seperti jengkol atau petai. Itu intinya,yang lainnya hanya pelengkap saja. Seperti hari itu,disebuah kampung di wilayah tatar sunda,tampak kerumunan orang sedang memasak nasi liwet. Masing – masing sibuk dengan tugasnya. Tak ada kesedihan disitu. Ceria, ya hanya keceriaan dan kegembiraan yang terlihat disana. Meskipun tentu saja semua orang yang ada disitu mempunyai problematika masing –masing. Di situ juga tidak terlihat jurang pemisah antara berbagai tingkat ekonomi. Yang tentu saja tidak semuanya pada level sama. Keadaan itu hampir tidak kita  ditemui kita bicara kuliner nusantara yang lainnya. Untuk itu sah – sah saja jika kita bilang, nasi liwet,kuliner nusantara bercita rasa kebersamaan.

Ngaliwet,istilah yang biasa digunakan ketika membuat atau memasak nasi liwet. Sedikit berbeda dengan nasi biasa yang harus lah terlihat mulus. Nasi liwet ini nasi yang ketika proses memasaknya dibiarkan sedikit gosong pada bagian luarnya atau bagian bawah yang bersentuhan langsung dengan alat memasak. Disitulah salah satu letak keunikannya. Bagian nasi yang sedikit gosong itu dinamakan kerak. Bagian nasi yang biasanya dibuang itu justru layaknya harta karun yang ditunggu.

Baca juga: 4 Kuliner Nusantara Yang Mendunia 2017

Secara rasa,hampir tidak ada yang luar biasa dari kuliner nusantara yang satu ini. Tapi entah bagaimana awalnya,ada nilai lain yang dicari. Kebersamaan,kesederajatan, itu lah yang paling dicari. Kuliner nusantara ini mempertemukan berbagai orang dalam balutan berbagai alasan yang berbeda. Teman satu sekolah yang mungkin jarang bertemu dipertemukan oleh nasi liwet. Saudara  satu kampung yang kebetulan hanya bertemu 1 tahun sekali atau bahkan lebih,dipertemukan oleh nasi liwet. Balutan kebersamaan dalam nasi liwet  juga bisa ditemui di berbagai kegiatan organisasi,perusahaan,instansi pemerintah,dll. Bahkan ngaliwet juga lazim digunakan sebagai teman nongkrong atau ngeronda atau pun hanya untuk mengisi kegiatan.

Pengakuan akan eksistensi nasi liwet sebagai salah satu kuliner nusantara oleh MURI ( Museum Rekor Indonesia ) terjadi pada 2008. Makan nasi liwet dengan peserta terbanyak.  Kegiatan itu diikuti oleh 10.000 orang masyarakat kota Solo dan sekitarnya. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT ( Hari Ulang Tahun ) kota Solo yang ke 263. Pemerintah Kota Solo bekerja sama dengan 2 perusahaan ternama di Indonesia.

Saat ini,nasi liwet sudah banyak ditemui diberbagai tempat kuliner di tanah air,dari kelas angkringan atau kaki 5 sampai kelas hotel berbintang. Kemudahan inilah yang menjadi impian pecinta nasi liwet. Pilihan kembali lagi pada diri anda. Apakah akan memasak sendiri ataukah tinggal duduk manis tinggal menikmati ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *