Perbedaan Fast Food dan Junk Food

Posted by

Dalam menjalani kegiatan sehari-hari, waktu makan menjadi hal yang krusial untuk kita semua. Karena tuntutan waktu dan kepraktisan, mengonsumsi fast food dan junk food menjadi pilihan untuk orang banyak. Mendengar istilah ini masih banyak lho orang yang salah mengartikan dan menganggap kalau fast food itu sama dengan junk food. Padahal faktanya, ada juga makanan cepat saji yang menyehatkan. Yuk, kita simak perbedaan fast food dan junk food dibawah ini.

  • Fast Food

Secara harafiah, fast food merupakan makanan cepat saji, dimana tidak membutuhkan waktu yang lama dalam penyajiannya. Restoran dengan banyak franchise seperti McDonald’s, KFC dan restoran sejenis adalah beberapa contohnya. Fokus mereka adalah penyajian yang cepat dan praktis. Namun seperti makanan cepat saji yang ada di dalam kemasan dan dapat Anda beli, apa itu tergolong fast food. Jawabannya iya, karena sama seperti restoran cepat saji, yang umumnya memiliki cara memasak sama dan kandungan yang tetap. Maka dari itu, untuk mendapatkan nutrisi yang tepat, konsumsi makanan cepat saji perlu dikontrol dan tak baik untuk dibiasakan.

Sering mengkonsumsi fast food kurang baik bagi kesehatan, salah satunya karena hilangnya aktivitas fisik yang begitu berarti. Sebaliknya, apabila kita mengolah makanan sendiri sampai menjadi makanan siap saji, banyak aktivitas fisik yang mengeluarkan energi tanpa kita sadari. Kurangnya aktivitas fisik dapat memicu berat badan berlebih, dan selanjutnya dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Selain itu, persepsi beberapa diantara kita walau sudah mengkonsumsi fast food (seperti pizza, burger, roti tawar yang diolesi mentega atau diberi susu kental manis yang notabene tinggi kalori), masih merasa belum makan kalau belum makan nasi. Jadi, kalau sudah makan jenis fast food di atas ditambah lagi makan 1 porsi nasi maka asupan kalori menjadi dua kali lipat. Apabila asupan kalori dua kali lipat ditambah aktivitas fisik rendah maka berat badan akan bertambah dan bahkan apabila berlangsung dalam kurun waktu yang lama dapat menyebabkan obesitas.

  • Junk Food

Junkfood adalah makanan “sampah”, yaitu makanan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh karena mengandung kalori berlebih atau sangat rendah kalori serta mempunyai gizi yang tidak seimbang, mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, tinggi kandungan natrium atau garam, bahan perasa atau umami yang terlalu banyak, dan adanya pengawet tertentu yang apabila sering dikonsumsi akan berdampak negatif terhadap kesehatan. Contoh junkfood yaitu nasi goreng dan mie instant yang susunan menunya tanpa lauk dan tanpa sayur, snack rendah kalori yang mempunyai rasa umami yang sangat tajam, dan makanan lain dengan komposisi menu yang mempunyai nilai gizi yang tidak seimbang. Biasanya setelah memakan junk food Anda akan merasa kenyang, padahal di sisi lain kebutuhan akan protein, mineral, dan vitamin belum terpenuhi dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *