Bagaimana media sosial mengikis kepercayaan diri Psikolog menjelaskan bahwa media sosial bekerja pada banyak level: visual, emosional, dan sosial. Konten yang sangat terkurasi dan momen-momen terbaik yang terus-menerus diposting oleh orang lain bisa menciptakan standar tidak realistis. Ketika individu menginternalkan standar-standar tersebut sebagai tolok ukur kesuksesan atau kebahagiaan, perasaan tidak…
-
-
Gemar Bertengkar kini menjadi kesan yang sering muncul ketika membuka lini masa. Alih-alih menjadi ruang diskusi yang mencerahkan, banyak percakapan di gawai berujung pada saling serang, penuh emosi, dan penyerangan personal. Fenomena ini tampak dalam ragam interaksi: perdebatan politik yang berubah menjadi hujatan, perseteruan antar influencer yang menuntut klarifikasi, serta…
-
Riset terbaru menemukan remaja perempuan dua kali lebih rentan mengalami gangguan kesehatan mental terkait penggunaan media sosial dibanding remaja laki-laki. Temuan ini menyoroti perbedaan dampak platform digital terhadap kelompok usia dan jenis kelamin tertentu. Menurut penelitian itu, kerentanan remaja perempuan muncul dalam berbagai dimensi pengalaman online dan offline, dan studi…