Event Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 kembali menjadi panggung bukan hanya bagi dunia balap, tetapi juga bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. UMKM Pertamina mendapat ruang tampil pada putaran kedua yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, sehingga aktivitas ekonomi lokal terlihat bergeliat seiring tingginya kunjungan penonton.

Selain menjadi ajang pengembangan talenta balap motor nasional, gelaran ini memberikan dampak nyata pada sektor usaha kecil, terutama UMKM kuliner. Pada putaran kedua MRS 2026, delapan pelaku UMKM kuliner mendapatkan fasilitas booth khusus tanpa dikenai biaya sewa selama ajang berlangsung, memberikan akses langsung ke audiens yang hadir di sirkuit.
Dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal
Keberadaan acara berskala nasional di Mandalika mendorong perputaran ekonomi di sekitar sirkuit. Kehadiran penonton, tim, dan kru memberi peluang transaksi bagi pedagang makanan dan minuman yang memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Bagi pelaku UMKM, kesempatan tersebut dapat menjadi momen penting untuk meningkatkan pemasukan serta memperluas jangkauan pelanggan.
Walaupun sifat dukungan yang diberikan pada putaran kedua berupa pembebasan biaya sewa untuk booth, dampak tidak hanya soal pengurangan biaya operasional sementara. Eksposur di acara seperti MRS berpotensi mempercepat pengenalan merek, pengumpulan masukan konsumen, dan pembentukan jaringan baru yang penting bagi pengembangan usaha jangka panjang.
Booth Khusus untuk UMKM Pertamina
Penyediaan booth khusus tanpa biaya sewa merupakan salah satu bentuk fasilitasi langsung kepada pelaku usaha kecil. Dengan fasilitas tersebut, delapan UMKM kuliner yang terlibat dapat menempatkan produk mereka di titik strategis, bertemu langsung dengan penonton, pembalap, serta kru yang hadir selama acara. Keberadaan booth ini juga mengurangi hambatan modal bagi UMKM yang ingin mencoba memasuki pasar acara olahraga berskala besar.
Selain aspek finansial, fasilitas booth membuka ruang belajar praktis bagi pemilik usaha. Mereka dapat melihat respons konsumen terhadap produk baru, mengatur kapasitas produksi sesuai permintaan selama acara, dan mengevaluasi tata kelola layanan dalam situasi kunjungan tinggi. Semua ini menjadi bahan penting untuk memperbaiki layanan dan produk di luar momentum event.
Peluang bagi UMKM kuliner setempat
UMKM kuliner yang mendapat tempat di event semacam MRS memiliki kesempatan untuk menggali pasar yang beragam. Penonton acara balap umumnya datang dari berbagai daerah, sehingga produk lokal yang disajikan di sini berpotensi dikenal oleh audiens dari luar Lombok Tengah. Pengenalan tersebut bisa berdampak pada permintaan setelah acara, baik melalui saluran offline maupun rekomendasi dari mulut ke mulut.
Selain itu, interaksi langsung dengan konsumen memberikan informasi berharga terkait selera, harga, dan porsi yang tepat. Bagi usaha yang masih dalam tahap pengembangan, pengalaman ini membantu menyusun strategi pemasaran yang lebih terarah ketika menghadapi event-event sejenis di masa mendatang.
Harapan dan kelanjutan dukungan
Penyelenggaraan yang memberikan ruang bagi UMKM diharapkan bisa menjadi model kolaborasi antara industri acara olahraga dan pelaku ekonomi lokal. Dukungan berupa fasilitas fisik tanpa biaya sewa pada satu putaran merupakan langkah awal yang dapat diperluas, baik dalam bentuk pelatihan, pendampingan usaha, maupun keterlibatan pada rangkaian acara berikutnya.
Bagi pelaku usaha di Lombok Tengah, momentum MRS 2026 bisa menjadi titik tolak untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menguatkan jaringan pemasaran. Sementara bagi penyelenggara, keterlibatan UMKM lokal membantu memperkaya pengalaman pengunjung serta memperkuat hubungan acara dengan komunitas setempat. Harapannya, akses serupa dapat terus diberikan agar dampak ekonomi dari ajang olahraga dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha mikro dan kecil.
