Jaringan berlangganan kini semakin memengaruhi lanskap kebugaran di St. Petersburg, menarik audiens dari studio kecil dan mengubah pola konsumsi layanan fitnes. Tren ini terlihat dari serangkaian pembukaan klub besar sekaligus penutupan beberapa lokasi independen.

Menurut data perusahaan riset pasar, jumlah pusat kebugaran besar di kota itu telah melampaui 140 unit setelah enam pembukaan baru oleh pemain jaringan seperti DDX Fitness, Fitness House, dan Urbanfit. Di sisi lain, telah tercatat juga penutupan: cabang FitnessLife di Murino yang dibuka pada 2025 sudah berhenti beroperasi, dan klub Alex Fitness di Ligovskiy ditutup pada Juni—lokasinya akan diambil alih oleh Urbanfit.
Jaringan berlangganan dan dinamika pembukaan-penutupan
Perusahaan analitik mencatat bahwa laju ekspansi masih berlanjut, meski melambat dibandingkan rekor 2025 ketika 19 fasilitas baru dibuka. Hingga akhir 2026 diperkirakan akan ada sekitar 10 pembukaan klub tambahan. Urbanfit sendiri mengumumkan empat pembukaan baru, sementara DDX Fitness dan Fitness House terus memperluas jaringannya—meski dengan kecepatan yang berbeda. Crocus Fitness juga menyatakan rencana pengembangan cabang baru.
Perpindahan ini mencerminkan konsolidasi pasar: ekspansi jaringan besar meningkatkan kompetisi, sementara beberapa klub kecil memilih berhenti beroperasi atau dijual. Pengamat pasar menyebut fenomena ini sebagai proses redistribusi pelanggan yang sedang berlangsung di kota.
Angka dan kapasitas: pertumbuhan di atas kertas versus realitas
Data dari sumber industri menunjukkan total 981 pusat fitnes terdaftar di St. Petersburg pada akhir Maret 2026, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 1,3–1,4%. Pada tahun sebelumnya, lebih dari 30 klub besar berukuran di atas 500 m2 dibuka. Secara teoritis, fasilitas-fasilitas baru itu menambah kapasitas untuk 80–90 ribu orang, tetapi efeknya pada basis pelanggan nyata ternyata lebih kecil: bertambah sekitar 50–55 ribu orang.
Angka-angka ini dianggap sinyal adanya pergeseran pasar: pembukaan massal oleh jaringan menciptakan kompetisi yang menekan keberlangsungan sejumlah klub independen dan studio kecil. Selain itu, terjadi penjualan bisnis siap pakai di beberapa kasus, menunjukkan bahwa sebagian operator kecil memilih keluar dari pasar.
Peralihan preferensi: dari paket tahunan ke langganan bulanan
Format klub dengan pembayaran berlangganan bulanan menjadi yang paling dinamis di kota. Operator yang menawarkan model langganan sederhana dan akses mudah dekat rumah menangkap permintaan konsumen yang mencari harga terjangkau dan kenyamanan. Di sisi lain, jaringan premium yang masih mengandalkan model berlangganan tahunan berfokus pada layanan wellness dan pengalaman klub yang lebih eksklusif.
Menurut pengamat industri, persaingan antarsegmen kini tidak hanya soal peralatan dan luas lokasi, melainkan juga keberagaman skenario interaksi dengan pelanggan—mulai dari layanan kesehatan dan kebugaran terpadu sampai ruang komunitas yang memberi nilai tambah bagi anggota berpendapatan tinggi.
Peran pusat perbelanjaan dan konsep hiburan-sport baru
Pengelola pusat perbelanjaan melaporkan peningkatan lalu lintas untuk konsep olahraga dan gastronomi sekitar 3–5% tahun ke tahun. Hal ini menegaskan pergeseran fungsi mal menjadi ‘tempat ketiga’—lokasi selain rumah dan kantor untuk bersosialisasi dan menghabiskan waktu. Operator olahraga menjadi penarik pengunjung baik untuk mal tingkat lingkungan maupun objek kota besar.
Selain klub fitnes tradisional, konsep seperti padel court, studio yoga, dan klub biliar kembali populer dan menjadi bagian dari penawaran yang menarik pengunjung. Para ahli ritel memperkirakan bahwa fitness, bersama pangan dan hiburan, akan tetap memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi dalam beberapa tahun mendatang, termasuk di pusat bisnis dan proyek mixed-use.
Harga, frekuensi kunjungan, dan respons operator
Meskipun aksesibilitas meningkat, perilaku pelanggan menunjukkan penurunan frekuensi kunjungan. Dalam kuartal pertama 2026 tercatat penjualan kartu langganan turun sekitar 3%, sementara jumlah transaksi di fasilitas turun sekitar 18%. Konsumen dilaporkan lebih hemat pada layanan tambahan, sehingga nilai rata-rata transaksi menurun.
Sisi lain, operator menyampaikan bahwa biaya operasional meningkat sehingga harga minimum langganan bulanan turut naik; rata-rata harga layanan fitnes di kota tersebut naik sekitar 11% sepanjang tahun lalu. Perkiraan asosiasi industri menyebutkan bahwa kenaikan harga sepanjang 2026 kemungkinan tidak akan melebihi 10–11%, meski biaya masih berpotensi meningkat.
Di tengah dinamika ini, pemain besar tetap mengandalkan ekspansi jaringan sekaligus peningkatan pengalaman pelanggan—misalnya pembukaan klub DDX Fitness di lokasi historis di Petrogradskaya dan penguatan identitas desain futuristik oleh Urbanfit. Strategi tersebut dimaksudkan untuk mempertahankan dan menarik anggota dalam lingkungan persaingan yang semakin ketat.



